Cincin Yang Sangat Cantik

1137 Kata

Poine tiba di desa terdekat, di mengunjungi pande besi yang sudah menjadi langganannya. “Halo, sudah sangat lama kamu tak ke sini. Apakah kamu sehat?” sapa pande besi itu ramah. “Aku baru pulang dari luar kota. Aku ingin membuat cincin untuk calon menantuku,” kata Poine mengulurkan batu permata kuningnya. “Kamu selalu menemukan batu yang bagus,” ucap pande besi itu sambil mengamati batu di tangannya. “Pekerjaanku menuntut untuk jeli melihat hal yang bagus,” balas Poine sambil terkekeh. Orang di desa itu mengenalnya sebagai seorang pedagang batu permata, mereka tak mengingatnya sebagi Ayah dari anak laki-laki yang pernah tinggal di sana. “Desain yang bagaimana yang kamu inginkan?” tanya pande besi itu. “Buat mangkoknya adalah kelopak bunga matahari, lalu besi yang melingkar adalah su

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN