Bertahanlah

1195 Kata

Ola terbangun dengan badan sakit. Tangannya masih mati rasa dan masih terikat. Dia mengeliat dan mencoba untuk bergerak. Namun, semakin bergerak, tubuhnya semakin sakit. “Merepotkan sekai menjadi manusia,” keluhnya. Dia tak melihat Arnie dan Greta. Cahaya matahari masuk menerobos melalui mulut gua. Ini masih di gunug utara. Ola tak bisa mencium bau padang rumput selain bau lembab tanah. “Apa yang akan kita lakukan sekarang?” tanya Arnie saat mereka menatap hutan yang lebat di depan gua. Greta menajamkan penciumannya. Belum ada tanda-tanda manusia itu akan mendekat. “Kita akan menunggunya di sini.” “Apa yang akan kita perbuat pada Ola?” desak Arnie. “Ikat saja dia di bawah pohon itu. Biarkan di di sana selama kita mengawasinya dari jauh,” usul Greta. Ola adalah umpan untuk mendapatk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN