Apa yang terjadi terkadang memang sesuai rencana, tapi semua yang terjadi adalah kehendak Sang Maha Kuasa. Setelah mendapatkan kabar dari Felicia, Abian langsung datang ke klinik Dokter Frans bersama mamanya. Abian masih belum mempercayai kenapa justru kabar buruk yang dia terima. Anaknya telah lahir premature dan akhirnya meninggal. “Maaf, Bi, aku tidak bisa menjaga anak kita.” Felicia menangis setelah Abian datang, entah tangisan apa yang dia keluarkan tapi dia sudah bisa membuat Abiyan juga menitikkan air mata. “Kenapa kamu tidak menghubungi kami dan orang tuamu mana?” Maria sangat menyesalkan kenapa di saat sepenting itu tidak ada yang mengabarinya. “Maaf, Ma, aku pendarahan dan nggak sempet ngabari kalian.” “Astagfirullah. Keluargamu mana?” “Mama sama Papa belum datang, Kak Ref

