“Jika mau menikah dengan anakku, syaratnya jujur. Aku tidak mau ada masalah nantinya jika kamu menutupi sesuatu.” “Insyaallah saya tidak menutupi apapun, Dara tahu semua tentang saya, Paman.” Lelaki berjambang itu tersenyum sinis, “apapun?” “I-iya.” Ditatap calon mertua seperti itu ternyata membuat lelaki dingin itu gugup. Dia tidak tau berhadapan dengan siapa, kalau tahu seperti apa lelaki bernama Adam, mungkin Frans akan berpikir dua kali lipat untuk menemuinya. “Kemarin Dara mengatakan kalau kamu sedang menutupi sesuatu.” Adam menatap tajam lelaki berwajah Indo-Jerman itu. “Saya tidak menutupi apa-apa, Paman.” Adam kembali menatap Frans dengan tatapan menguliti lalu tersenyum sinis, “aku tidak suka punya menantu yang menjalani bisnis gelap.” Frans menelan ludahnya, bisnis haram?

