Terik matahari sore tak menghalangi para pengunjung untuk datang ke gubug cafe. Untungnya, atap gubug cukup untuk menghalau matahari yang terik. Reservasi pergubugnya hanya boleh diisi maksimal delapan orang. Ukurannya pun beragam. Citra dan Diovano memilih gubug dengan ukuran kecil karena hanya akan diisi oleh dua orang. Meski namanya gubug, namun tempat ini cukup kokoh. Di dalamnya tersedia permadani dan buku menu. Citra menatap kagum suasana yang begitu indah. Pemandangan waduk yang membentang. Hilir mudik pengunjung dan canda tawa beberapa pria yang tampak asyik mancing bersama. Reservasi perjamnya hanya dikenai sepuluh ribu rupiah untuk perorangannya. “Orang kok cerdas banget bikin tempat kaya gini. Coba kalau pantai pasti cakep banget.” “Iya kena ombak langsung basah semu

