Citra dan Diovano menanti dengan cemas kelahiran putri dari Diandra. Setelah jeritan minta tolong dan panggilan telepon tanpa henti dari Diandra. Padahal mereka sedang kerja dan terpaksa keduanya harus segera pergi meninggalkan pekerjaannya. Citra yang lebih dulu sampai panik. pasalnya ia tak melihat Diandra yang terus menjerit kesakitan. Padahal dokter bilang kemungkinan Diandra akan melahirkan di hari sabtu atau minggu. Sedangkan sekarang masih hari kamis. Dua hari lebih cepat dari perkiraan dokter. Citra membombardir dengan menelpon Diovano, Indah dan Mahesa bergantian. Ia panik, tak tahu apa yang harus dilakukan. Ia bahkan tak tahu dimana rumah bidan terdekat. Hingga tak lama, Diovano tiba masih dengan raut kalutnya. “Dia dimana?” tanya Diovano berlalu melewati Citra yang sejak tadi

