22 :: Frustasi

1350 Kata

Terjadi perubahan yang begitu signifikan di kediaman Citra. Setelah diperbolehkan untuk pulang. Diandra terus dibayangi oleh perasaan bingung dan hampa untuk menghadapi bayinya. Minim pengalaman dan tak memiliki tutor yang bisa membantunya. Ia hanya bisa diam. Diandra kalut di kamar. Pikirannya penuh tapi tindakannya zonk. Isak tangis keluar dari bibirnya sembari menatap bayi mungil yang tidur terlelap. Menggendong, menyusui ia tahu caranya. Namun tidak dengan yang lainnya. Bagaimana ia harus memandikan? Bagaimana ia harus membersihkan kotoran putrinya. Jika pilek, dari yang ia baca seorang ibu bisa menyedotnya langsung. Ia sudah membaca banyak materi namun praktiknya ia buntu. Ia tak tahu harus melakukan apa. Ia memeluk kedua kakinya, menahan tangis dengan menggigit tangannya. Napasny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN