Diandra duduk di atas ranjang sambil menikmati martabak telor pemberian suaminya. Pria itu tiba-tiba datang dengan bingkisan dibawanya. Senyumnya begitu merekah dan langsung mengecupi perut besarnya. Manis, bagi Diandra perlakuan itu sangatlah manis. Ada kala ketika perasaan sukanya membuncah hanya karena suaminya datang namun sekuat hati ia menyangkal perasaan yang ada sebelum semakin rumit. “Enakan? Citra tiba-tiba minta dibelikan makanan. Apalagi pakai jurus ngidam. Aku mana bisa nolak buat ga nurutin,” ucap Diovano tiba-tiba. Gerak Diandra yang hendak menyuap makanannya terhenti sejenak. Sedikit rasa kecewa yang membuat dadanya terasa sesak. Hanya sesaat, karena begitu senyum tipis mengulas di wajahnya. Perasaan sakit itu sedikit menguap. “Beruntung banget dia punya suami siaga,” bal

