Perasaan aneh tak hanya di rasakan oleh Diovano. Orang tua Citra seakan tak percaya dengan tindakan putrinya yang begitu lapang menerima kehadiran Diandra. Senyum Citra bahkan merekah lebar kala menceritakan hangoutnya dengan Diandra. Sedikit dari mereka bisa memahami karena Citra sibuk bekerja dengan rekannya yang usianya terpaut jauh. Jiwa muda Citra yang berontak dan ingin terus bermain. Hal itu berlangsung hingga kandungan Diandra kini mulai membesar. Perutnya membuncit. Hasil USG juga sudah kelihatan. Dokter bilang, jenis kelaminnya perempuan. Jangan kira Diandra pergi sendiri karena selalu ada Citra yang menemani. Wanita itu siap repot asal tidak Diovano yang bergerak. “Sayang, kamu sampai beliin baju bayi juga?” tanya Diovano. Ia melihat kedua istrinya tergopoh membawa barang bawa

