Malam itu Vania begitu rewel. ASI tak cukup untuk menenangkannya. Ia memilih untuk berkeliling di sekitar taman rumah. Udara yang dingin dengan langit gelap yang hanya disinari oleh lampu-lampu taman cukup membuatnya merinding. Orang tua bilang bayi bisa melihat makhluk astral yang tak bisa dilihat oleh orang dewasa. Diandra merasa kalut hingga tak lama suara orang tak dikenal menyapanya. "Lho kirain mba Citra, mbak siapa? Kaya baru lihat," ucap orang yang melintas mengajaknya bicara dari balik pagar. Pagar rumahnya memang bisa nampak dalam karena terbuat dari besi yang melintang. Diandra tersentak mendengar itu. Ia cukup ragu untuk menanggapi namun akhirnya ia mendekat. "Denger-denger suami mba Citra istrinya dua ya. Apa mba orang yang dimaksud? Mbak istrinya Dio? Itu anak mba?" Diand

