Cuaca pagi yang cerah nampak tak berarti bagi Indah yang kembali murung sepulang dari taman. Jalan-jalan pagi yang awalnya berjalan dengan baik dengan canda tawa dan saling bertukar pikiran langsung hancur karena sebuah pertanyaan dari orang yang berada di satu kompleks dengannya. Pertanyaan yang enggan ia jawab namun terus menerus di desak hingga ia menjadi muak. ‘Wah ibu Indah, emang bener ya kalau Dio, menantu ibu punya istri lagi? Dengar-dengar kalian tinggal satu rumah tapi kenapa kita nggak pernah lihat. Ceritain dong bu? Kok bisa padahal pernikahan Citra belum ada satu tahun.’ ‘Denger-denger mba Citra yang istri kedua ya? soalnya yang disembunyiin udah punya anak.’ Pertanyaan itu tak muncul dari satu orang. Saat mereka perjalanan pulang dan perpas-pasan banyak yang mencegatn

