24 :: Suka Duka

1369 Kata

Diandra dan Diovano menyimak dengan baik bagaimana Diana menjelaskan cara mengurus bayi dari memandikan, membersihkan kotoran, menenangkan saat menangis. Diovano nampak canggung kala mendekap bayinya. Ia tak memiliki keberanian jika ada Citra atau keluarganya. Perasaan bahagia membuncah kala bayi mungil itu masuk dalam pelukannya. Senyumnya merekah sembari memanggil nama putrinya. “Vania, vania, cantiknya ayah,” ucap Diovano berkali-kali. Diandra yang mengamati itu merasa hangat. Senang hatinya melihat Diovano menerima keberadaan putrinya dengan baik. “Biasanya anak perempuan mudah nempel sama ayahnya. Kalau sama ibunya suka rewel. Jadi kamu harus bisa jadi suami siaga dan tetap bersikap adil pada dua istrimu,” wanti Diana yang dibalas anggukan kecil oleh Diovano. Ia mendengarkan dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN