Siang hari, Diana menatapi putrinya yang terlelap begitu nyenyak dengan senyum tipis yang tercetak di bibirnya. Cucunya juga begitu menggemaskan meski matanya masih terpejam. Tak betah di dalam kamar, ia memutuskan untuk keluar rumah dan saat itu, ia bertemu dengan Indah yang baru pulang. “Lho, Bu Indah udah pulang?” tanya Diana mencoba untuk akrab. Dari cerita putrinya, Indah orang yang hangat dan ia penasaran akan kebenaran itu. Meski Diana sudah cukup yakin dengan penerimaan keluarga Citra terhadap putrinya. “Iya. Ada arisan jadi pulang lebih awal. Bu Diana bagaimana? Di sini betah? Maaf karena tempatnya mungkin kurang memuaskan,” jawab Indah kelewat ramah. Diana kian senang dengan respon itu. Tuan rumah kini mengajaknya menuju ruang tamu. Perbincangan sederhana penuh basa-basi. Mence

