26 :: Misi Diovano

1392 Kata

Malam hari, tepatnya pukul delapan setelah makan malam Indah tak berhenti mendesah melihat satu keluarga yang begitu berisik mengusik ketenangannya. Kedatangan Candra, selaku ayah Diandra yang awalnya berniat untuk tidak menginap kini justru meminta untuk menginap karena keterbatasan waktu. Vania, bayi mungil itu juga terus menangis kencang. Memekakan telinga. Saat tangis harusnya seorang ibu mengambil tindakan namun justru keributan dan tiga orang heboh mencoba untuk menenangkan. “Kacau, kenapa mereka tidak bisa diam,” keluh Indah tak menikmati tontonan di ruang tengah. Ia akan memaklumi jika kebisingan terjadi di kamar tamu yang cukup kedap suara tapi sayangnya, mereka justru berkumpul di ruang tamu dengan pintu yang terbuka lebar. “Lalu Diandra tidur dimana?” tanya Indah pada Citra

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN