Malam ini aku tak bisa tidur. Pikiranku terpusat pada mesin imajinasi Hasan. Seperti apa bentuknya? Memarut daging kelapa dalam kecepatan, praktis. Untuk mendapatkan alat dari mana? Sedangkan ini adalah desa terpencil, demikian jauh dari peradaban. Bayangkan, di desa ini yang punya alat komunikasi bisa dihitung dengan jari, mungkin Pak Lurah atau keamanan hutan lindung saja. Aku membutuhkan mesin yang bisa menggerakkan pemarut-pemarut, parutan dibuat praktis, saling bereaksi karena aku butuh mesin pemarut yang bekerja labih cepat, lebih banyak hasilnya, tidak cepat lelah seperti manusia. Kawan, aku tak tahu-menahu tentang mesin. Tapi, semua bisa dengan dicoba. Setiap penemu tak akan sedikit pun putus asa. Baiklah, untuk urusan mesin akan kupikir nanti. Sekarang, alat yang bergerak itu se

