Cindra dan Tamy saling berpandangan dengan wajah bingung. Tatapan mereka dipenuhi tanya yang tak terucap. Tamy dengan cepat merebut ponsel dari tangan Cindra, membaca ulang pesan singkat yang baru masuk. “Kemarin Sherry, sekarang Andra!” gumamnya pelan. "Emangnya mereka saling kenal, Cin?” Tatapannya penuh curiga, tapi Cindra justru terpaku diam. “Aku enggak ngerti, Tam…” suaranya lirih, hampir bergetar. “Buat apa Andra mau ketemu aku lagi? Aku malah jadi takut.” Ia menatap Tamy, bingung. “Apa aku harus nemuin dia?” Tamy menghela napas panjang. “Terserah kamu, Cin." "Kamu temenin aku, ya?" "Hah? Ya, gak bisa lah, Cin... Ini kan tentang hubungan kalian?" Cindra mengerutkan kening, tak terima. “Kok gitu? Kemarin kamu bilang enggak akan biarin aku pergi sendirian?” “Tapi kan, kamu ket

