Dari belakang meja kasir, Tamy memandangi jalanan di depan kedai sambil sesekali melirik jam tangannya. "Hmm, Baim Wong udah tiga hari kok, gak ke sini lagi, ya?" Rara yang berdiri di depan pintu memandang Tamy dengan bingung. "Baim Wong? Yang artis itu? Memangnya dia pernah ke sini?" "Pak Ibrahim Wongso, supir si pelanggan misterius itu!" Sahut Tamy. Rara pun terbahak seketika. "Memangnya panggilannya Baim Wong?" Tanyanya. "Ya, dia bilangnya begitu. Biar ketularan rejekinya katanya..." Sahut Tamy. Tapi tiba-tiba ia terdiam. Dilihatnya sebuah sedan hitam berhenti di halaman kedai. "Itu orangnya datang. Siap-siap!" Serunya. "Selamat Pagi Pak Baim Wong! Selamat datang kembali di Broken Sandwich!" Dengan ramah Rara menyapa dan membukakan pintu untuk pria itu. "Selamat Pagi juga Mbak-m

