Mas Pram bergegas turun dari dalam mobil, lalu membuka pintu di samping Cindra. Diulurkannya tangan untuk membantunya berjalan. Cindra tersenyum. "Gak usah, Mas. Cindra masih bisa jalan sendiri..." elaknya. "Tapi kaki kanan kamu belum boleh banyak bergerak dulu," ucap Mas Pram seraya memapah Cindra masuk ke dalam ruang tamu kost. "Kamu istirahat dulu di sini, Mas ambilkan tongkat. Atau mau pakai kursi roda?" Tanyanya. Cindra kembali tersenyum. "Enggak usah, Mas. Cindra mau istirahat di sini dulu aja, sekalian mau minum obat. Mas Pram kalau mau ke kedai enggak apa-apa, Cindra ditinggal aja. Sebentar lagi kan, Tamy selesai shift-nya." Mas Pram menaikan kedua kaki Cindra ke atas sofa. "Maafin Mas, ya. Mas yang bikin kaki kamu jadi sakit lagi," ucapnya dengan rasa bersalah. "Mas... udah,

