Kamu Bukan Pilihan Mama

1088 Kata

Cindra menghampiri Mas Pram yang sudah menunggunya di ruang tamu kos barunya. “Apa kabar, Mas?” sapanya seraya menyalami pria itu. “Baik. Kamu gimana? Sudah selesai beres-beres kosnya?” tanya Mas Pram sambil membantu Cindra duduk di kursi di sampingnya. Cindra mengangguk. “Mas Pram hari ini libur?” tanyanya. Pria itu menjawab dengan anggukan. Wajahnya tampak lelah. “Mas kelihatan capek banget,” ujar Cindra sambil sedikit membungkuk, memandangi wajah Mas Pram dari jarak dekat. Mas Pram tersenyum tipis, ada kelelahan yang tak bisa disembunyikan di matanya. "Sedikit. Acara Ibu kemarin itu benar-benar di luar dugaan. Tamu yang datang hampir dua kali lipat dari undangan. Nyaris seratus orang." ​"Oh ya?" Cindra terperanjat. ​"Bu Renata lupa kalau jumlah undangan itu harus dikali dua, kar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN