Cindra terpaksa membuka matanya yang masih terasa berat saat suara gaduh dan ketukan pintu yang tidak sabaran menghantam indra pendengarannya. Dengan langkah gontai dan nyawa yang belum terkumpul penuh, ia beranjak bangun. "Ada apa sih? Berisik banget," tanya Cindra serak saat mendapati Trio Berisik sudah berdiri di balik pintu dengan wajah heboh. "Leo!" Tamy, Rara, dan Vika menunjuk ke arah ruang tamu secara serempak. "Leo?!" Mata Cindra langsung membulat sempurna. Rasa kantuknya menguap seketika, berganti dengan debaran jantung yang memacu adrenalin. Ketiga sahabatnya itu mengangguk dengan ekspresi yang sulit diartikan. Tanpa membuang waktu, Cindra bergegas membasuh wajah dan mengganti pakaian. Ia memoles senyum manis lalu menghampiri Leo. Di ruang tamu, Leo duduk tenang di ata

