Cindra memandangi rumah kecil bercat putih itu dengan senyum mengembang di bibirnya. "Mas, rumahnya asri banget!" ucapnya kagum. Matanya menyisir taman kecil berumput di halaman tanpa pagar itu. Tanaman hias berderet rapi di halaman. Dinding pagar dipenuhi tanaman merambat, sementara pot-pot gantung menjuntai dari atap teras, menaungi dua buah kursi kayu di bawahnya. "Makasih," senyum Mas Pram. "Mas senang nanam pohon. Yuk, ke dalam," ajaknya, menggandeng tangan Cindra masuk. Di dalam rumah, Cindra menatap kagum pada rak-rak kayu bergaya industrial di dinding dapur berbata merah. Dinding itu dipenuhi deretan pot kecil berisi sayuran dan rempah. "Waah, dapurnya cantik banget, Mas. Ada dapur hidupnya," puji Cindra. Ia menyapukan tangannya ke meja dapur yang terbuat dari kayu tua yan

