Pesan masuk! **Kak Rendy : “Nad, sepulang Kakak jalan sama Tania. Dan, sepulang kamu dari toserba. Bisakah kita berdua, berbicara?” **Kak Rendy : “Jika iya, Kak Rendy akan meneleponmu nanti malam.” **Kak Rendy : “Itu pun, jika kau tidak lelah dan tidak keberatan.” Sebenarnya, apa yang hendak dia bicarakan? Aku bergumam. Sesaat usai teringat pada malam terakhir sewaktu kami bertemu di rumah. Yah! Kak Rendy berkata jika ia hendak berbicara suatu hal denganku. **Nadine : “Baiklah—” Belum sempat pesan itu kuketik hingga tuntas. Seseorang segera merampas ponsel yang kugenggam. Dan, “ANDRE?” Bola mataku melebar. Andre mengurat tak suka di wajah. Lalu, menggulir ponsel yang sedang menyala. Ia berdecak. Berkata, “Jadi, percuma saja ya? Percuma aku memblokir Rendy dari kontakmu waktu itu.

