BAB 24

1647 Kata

“Telepon iseng? Jika benar, mengapa dia meneleponmu berkali-kali, Nad?” Rendy bertanya. Ia tak percaya begitu saja. Bagaimana tidak, ponsel yang sudah kumasukkan ke dalam tas, terus saja bergetar. Andre benar-benar takkan berhenti sebelum mendapati suaraku melalui sambungan. Dan, “Jangan bilang, itu panggilan masuk dari Andre, Nad?” Rendy mengeluarkan isi di dalam kepala. Ia menerka dengan penuh kebenaran. “I-ini,” Aku terbata. “Nad, jika Andre telalu mengganggu untukmu. Sebaiknya, kalian sudahi saja hubungan tak sehat itu.” Demi apa? Sejak kapan Kak Rendy ikut campur dengan urusan pribadiku? Sejujurnya, aku tak merasa tersinggung saat mendengar dia berkata demikian. Hanya saja, aku enggan melanjutkan perasaan yang sedang kuusahakan untuk pergi dari dalam hati. Lantas, bagaimana bis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN