BAB 23

1787 Kata

Usai mengakhiri pembicaraan dengan Andre melalui telepon. Aku kembali menghampiri posisi Tania. Ia bertanya, “Ada apa, Nad?” “Baru saja, Andre menuduhku berselingkuh.” “HAH? Apa aku tak sedang salah mendengar, Nad?” Tania memekikkan suara. Mengkonfirmasi jawaban yang kuberi. Aku tersenyum kecil. Kembali menjejalkan p****t pada dudukan semula. Menyahut, “Aku capek, Tan.” “Capek? Kalau begitu, biar aku antar kamu pulang,” Tania menyahut sigap. “Tidak. Bukan itu. Aku capek harus menjalani hubungan tak sehat seperti ini. Aku dan Andre memang baru beberapa bulan berpacaran. Tapi, aku sudah kelelahan, Tan. Dia bersikap toxic seperti mantan pacarku sewaktu SMA.” “Bentar-bentar! Apa maksud kamu, Nad? Lelah? Bersikap toxic? Mantan pacar?” Tania terus mengkonfirmasi pendengaran. Yah! Selama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN