BAB 10

1780 Kata

Namun, aku tak kuasa untuk mengusir Andre dari rumah. Di dalam suasana yang canggung, aku berpamitan pada dia. “Ndre, a-aku mau ke kamar dulu. Mau ganti baju.” Andre tak menyahut. Ia hanya melempar senyum tipis. Mengangguk kecil. Kemudian, kembali membenamkan kepala pada sandaran sofa. Seketika, aku teringat pada suatu hal yang terlupa. “Oh ya, Ndre. Kamu mau minum apa?” Aku bertanya. Menoleh pada dia. “Apa aja, Nad. Air putih juga boleh.” ****** Setiba di dalam kamar. Aku menutup daun pintu. Membelakangi pintu tersebut dengan punggung. Bagaimana tidak, saat itu jantung di dalam tubuh sedang berdetak kencang; benar-benar tidak karuan. Pertanda apa ini? Aku bergumam. Tak lupa, sembari bergegas berganti pakaian. Usai merapikan pakaian ala rumahan, aku meraih botol parfum. Menyempro

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN