BAB 9

2158 Kata

Jika ditanya, aku penasaran atau tidak terhadap sosok yang sedang menelepon Andre di seberang? Maka, jawabannya adalah iya. Mengingat, semua pertanyaan di dalam benak kepala, belum mendapati konfirmasi dari sosok Andre. Namun, aku tak ada pilihan selain menunggu waktu; saat kami berdua dapat berbincang empat mata. Alih-alih terperangkap di dalam pemikiran berisi dugaan buruk, aku memutuskan untuk membersihkan diri. Lalu, beranjak tidur. ****** Keesokan hari. “Pagi, Bu,” Aku menyapa seorang ibunda tercinta. Sesaat sebelum aku menuju halaman depan rumah. “Pagi, Nak. Tumben, sudah siap berangkat? Dijemput Nak Andre, ya?” “Enggak tuh, Bu. Nadine berangkat naik motor, kok.” Sahutan itu terdengar percaya diri. Bagaimana tidak, sudah beberapa hari ini, Andre memang tak mengantar dan menje

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN