“H h h h..” Aku terbangun dari tidur panjangku. Aku benar-benar memimpikan hal buruk bersama dengan Farhan. “Aku tidak mungkin menjalin hubungan kotor dengan kekasih teman terdekatku sendiri. Bodohnya aku mengapa memimpikan hal seperti itu dengan Farhan!” aku memaki diriku sendiri. Aku segera beranjak dari atas tempat tidurku. Aku menuju ke kamar mandi untuk mencuci wajahku. Aku memandang wajahku di depan cermin dengan tatapan malu terhadap diriku sendiri. “Tok tok tok..” “Nak, kamu nggak kenapa-napa?” ibu menyapaku dari balik pintu kamar mandi. “Ibu lihat kamu turun dari kamar ke kamar mandi sambil terenggah-enggah dan gelisah, kamu nggak kenapa-napa nak?” tanya ibu. “Tok tok tok..”

