Reno hanya memandangi wajahku yang saat itu sedang nampak terkejut. Aira masuk ke dalam rumahku bahkan tanpa ijin dari Reno yang baru saja membukakan pintu untuknya. Aku beranjak dari tempat dudukku di sofa dan menghampiri ke arah Aira. “Ada apa kamu ke sini?” tanyaku dengan nada sinis. “Jadi dia laki-laki yang dimaksudkan Andre sedang berpelukan dengan pacarnya tadi pagi?” Aira menyindir kami. Aira memandang rendah sosok Reno yang sedang berdiri di sampingnya. “Apa-apaan kamu Ra, kamu nggak usah sok tau, kamu nggak berhak dateng-dateng ke rumah orang lain cuma buat ngomong yang enggak-enggak!” aku meninggikan nada bicaraku. Aira dengan santainya duduk di sofa dan menyilangkan kaki jenjangnya. “Udahla

