Mata itu mengerjap-ngerjap, menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya. Dia mengerutkan kening, mengingat apa yang baru saja terjadi. Dan, saat tersadar dia langsung teringat Bara. Bagaimana keadaan lelaki itu? “Reina, kamu udah sadar?” Reina menoleh, mendapati Saputra—ayahnya yang berdiri tak jauh darinya dan sekarang sudah berada disamping ranjang yang ditempatinya. “Yah, aku kok bisa ada disini?” “Tadi ada telpon dari rumah sakit, ayah diminta datang kesini. Ayah cemas, takut terjadi sesuatu yang buruk sama kamu. Beruntungnya, keadaan kamu gak terlalu parah. Istirahat beberapa hari aja kondisi kamu akan cepat pulih kembali.” jelas Saputra, dia mengerutkan kening bingung. “Kamu sebenarnya kenapa bisa kayak gini, Rein?” tanya Saputra, dia duduk di kursi samping ranjang Reina. “S

