“Mau gue senyum ataupun enggak sama Lo. Gak berarti apa-apa. Toh, nyatanya hati gue tetap milik Lo. Milik Reina Anantasya.” *** “Aduh!” Reina meringis saat tiba-tiba tangannya yang tengah bertopang dagu di dorong begitu saja. Dia langsung menatap tajam Ayudia, pelakunya yang kini tengah tersenyum lebar sambil terkekeh. Reina mencebik, dia menegakkan tubuhnya. “Apaan sih, Lo? Gak jelas banget deh ketawanya.” dengus Reina, dia mengalihkan pandangannya ke jendela kelasnya yang menghadap langsung kearah lapangan. Menatap orang-orang yang berlalulalang disana sambil menyaksikan pertandingan basket tim sekolahnya. Ayudia tersenyum, dia segera mengambil posisi berdiri didepan Reina, menghalangi perempuan itu dari pemandangan di lapangan. Reina menatap jengah Ayudia. “Lo kenapa sih? Gak

