Bab 22 Di Kursi Itu

1382 Kata

"Ada suara yang tidak menggunakan kata-kata. Dengarkanlah." Jalaluddin El Rumi . "Cinta sejati itu ada. Selalu menenangkan dikala gelisah. Hanya saja terkadang kamu tidak menyadarinya. Sebab si empunya belum memiliki keberanian untuk menegaskannya lewat kata-kata. Dalam hal ini, mungkin, kamu yang harus sedikit lebih peka." P.Hara . Melihat Nari yang tengah menikmati kue buatannya tadi dengan Mama dan Kak Vincen, hatiku menghangat. Ini terlalu hangat. Aku sampai harus mengedipkan mata berkali-kali agar air mataku tidak sampai tumpah. Ini membahagiakan, sungguh. Sepertinya, jiika aku dan Mas Asraf berpisah, tidak akan terlalu berpengaruh bagi Nari. Ya. Sekarang aku mantap untuk berpisah dengan laki-laki itu. Lagi pula alasan yang bisa memperkuat posisiku di pengadilan nanti sudah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN