Bab 80 Wajah Pucat Suamiku Aku bergegas ke rumah sakit di mana Wahyu tadi dibawa ambulans. Rumah Sakit Permata yang juga tempat di mana Ahmad dirawat. Menggendong Zidan dan menggandeng Ziva membuatku sedikit kerepotan. Beruntung si bungsu tidak rewel selagi kami naik angkot. Berulang kali aku mencoba untuk menghubungi Mas Joko, tetapi masih saja belum ada jawaban. Mereka ada di rumah sakit yang sama, jadi nanti aku sekalian mampir sebentar ke ruang rawat Ahmad untuk memanggil Mas Joko. Sesampainya di rumah sakit, aku langsung ke unit UGD. Di sana juga ada Bu Susi yang masih menangis tersedu-sedu. Kuhampiri perempuan itu yang tengah berdiri di depan pintu. Mungkin dirinya tidak diperbolehkan masuk karena Wahyu sedang ditangani. "Bu Susi, gimana sama Mas Wahyu?" Aku menyentuh bahuny

