Keisengan

1054 Kata

Bab 74 Keisengan yang Kembali Pagi itu kami makan bersama untuk sarapan. Yanti bersedia untuk memasak dan karena Mbak Ratna masih ada di rumah sakit untuk menjaga Ahmad, aku bisa menghabiskan waktu bersama kedua anakku. "Kamu udah ada persiapan buat aqiqah Zidan?" Ibu bertanya di sela aktivitas sarapan kami. "Rencananya setelah Ahmad pulang dari rumah sakit, Bu." Aku sudah mempersiapkan sebagian untuk acara tersebut. Belakangan aku dan Mas Joko memang jarang berbicara, jadi kebanyakan aku berdiskusi dengan Mbak Ratna. "Itu bagus. Selagi Ibu dan Bapak ada di sini," imbuh Bapak. "Acaranya tidak semeriah saat aqiqahnya Ziva, kok, Pak, Bu." Itu karena kesibukanku akhir-akhir ini, jadi hanya untuk memberi kesan sakral saja tanpa ada perayaan khusus dan mengundang banyak orang. Ahmad jug

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN