Bab 78 Pemicu Luka Batin "Iya, Mas Wahyu. Saya bisa mengerti bagaimana perasaan Anda. Didatangi seseorang dengan menyebut nama orang yang sudah membuat hidup kalian menderita, jelas saja sangat mengganggu." Aku menyahut dengan segenap hati. Saat Ahmad menceritakan tentang pertemuannya dengan Wahyu dan Bu Susi, aku juga tidak menghakimi perilaku mereka kepada Ahmad. Bagaimanapun mereka pasti masih memendam rasa sakit yang begitu besar atas apa yang sudah dilakukan oleh Yanti. Kalau aku jadi mereka juga rasanya enggan untuk mendengar nama orang yang sudah menyakitiku. Namun, apa gerangan yang membuat mereka sampai mendatangi rumahku di mana Yanti berada? "Saya dengar kalau adik Mbak Mela sedang dirawat di rumah sakit." Kali ini Bu Susi yang berbicara. Wanita separuh baya yang sudah ta

