-- Hari telah pagi,semuanya telah berjalan seperti biasanya. Daniel kembali bekerja dan Rifia kembali mengurus rumah. Daniel bangun lebih awal hari ini,ia juga terlihat sudah mandi tanpa dibangunkan dan disuruh terlebih dahulu,lagi pula semalam Alarm tak terpasang karena lelah sekaligus kekenyangan memakan Pizza. Daniel menoleh ke arah kasur,ia melirik ke arah Rifia yang masih bergulat didalam selimut,sebenarnya ia ingin sekali membangunkan wanita itu untuk mandi dan membuatkan-nya secangkir s**u cokelat, tapi rasa kasihan mengalahkan semuanya. Daniel menghembuskan nafas perlahan,"membuka lembaran baru di Jepang? Malas sekali" kata Daniel ia mengeluh karena hari ini adalah hari terakhir Daniel bekerja di kantor sekaligus tinggal di Palembang,jadi ia ingin menyempatkan diri untuk memint

