Mood Daniel sangat buruk sedari tadi,ia mengemudi sesuka hatinya. Lampu merah pun ia terobos,padahal sudah banyak orang yang menegurnya tetapi ia tetap tidak mendengarkan teguran orang tersebut. Dan berkali kali juga Rifia meminta maaf atas perlakuan Daniel kepada pengguna jalan,karena sudah berlaku seenaknya. "Jangan mengemudi dalam keadaan emosi. Ingat disini kau membawa nyawa anak orang bukan nyawa anak kucing" Tegur Rifia,Daniel juga tidak menggubrisnya,ia bernafas dengan sangat kasar. "Sudahlah,kita jemput saja Irene. Aku janji tidak akan mengadu" Daniel sontak langsung menoleh ke arah Rifia,ia menatap wanita di hadapannya itu dengan tatapan tidak percaya "Ayo jemput" tambah Rifia "Aku akan duduk di kursi penumpang,dan Irene akan duduk di sampingmu" Daniel meremas setir perla

