Rifia lebih memilih diam daripada berbicara kepada Daniel,ia sudah cukup trauma untuk berbicara dengan Daniel saat ini. Akan lebih baik lagi jika ia menjaga jarak sebelum Daniel bisa berbuat lebih jauh dari pada ini. . . . . Daniel menaruh sabun cuci muka,shampoo,sabun cair dan parfum kedalam troli. Sedangkan Rifia ia masih memilih dan mematung di depan snack yang telah tersusun rapi di rak. "Kau belum mengambil sesuatu?" Tanya daniel tiba tiba,ia terlihat bingung karena Rifia masih diam di hadapan rak makanan tanpa menyentuh nya sedikit pun. Rifia menoleh ke arah Daniel,lamunannya terbuyar seketika sewaktu Daniel menegurnya secara tiba tiba. "Ini aku mau ambil sesuatu" Jawab Rifia spontan. Daniel hanya tertawa renyah melihat tingkah Rifia yang masih kaku atas insiden tadi. Sejuj

