17

650 Kata

** "Derren,kau benar Derren kan?" Rifia berteriak kearah seorang pria yang lebih tinggi dari pada dirinya yang tengah berdiri di depan resepsionis. Pria itu sontak menoleh dan membulatkan kedua pupil matanya sewaktu menangkapi sosok teman dari pacarnya yang telah menghilang beberapa hari yang lalu,"Eh iya,kau Rifia kan? Titin mencarimu. Kenapa kau tidak mengabarinya?" Rifia menggaruk tengkuknya perlahan,"Aku sudah mengabarkannya waktu itu,apa dia tidak memberitahu mu?" Ujar Rifia, Darren menggelengkan kepalanya perlahan,"Tidak,dia tidak memberitahu ku. Mungkin dia belum sempat menceritakan" jelasnya. Rifia mengangguk paham,dan tersenyum sekilas. "Ngapain kemari?" Tanya Derren Rifia menunjuk ke arah toilet perempuan,"Aku menunggu ibu mertua ku" "Ia ingin mengunjungi Daniel,kau sendiri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN