--- Rifia memejamkan mata perlahan dan menjauhkan telepon genggam dari jangkauannya. Ia terlalu lelah karena terus berfikir kenapa Daniel mengatakan hal sedemikian rupa kepadanya. "Bodoh soal apa? Maksudnya apa?" Rifia lagi lagi gagal memejamkan matanya dan terus terusan kembali fokus untuk memikirkan perkataan dari Daniel di Video call tadi. "Apa Irene telah melakukan sesuatu kepadanya?" Ia mengigit bibir bawah perlahan dan menghembuskan nafas. "Apa aku hubungi saja Irene untuk mengetahui hal yang detail?" "Ck,kenapa aku jadi penasaran seperti ini!" Rifia berdecak kesal kemudian meraih ponselnya kembali. Ia mencari kontak Irene dan menelponnya. . . "Haloo? Ini siapa?" "Aku Rif-- maksudku,Aku Airi" Kata Rifia ia sempat lupa jika ia sedang menyamar menjadi orang lain jika tenga

