23

680 Kata

.. Daniel membungkuk-kan tubuhnya,ia memeluk lutut dan memandang lantai dengan tatapan datar. Tidak ada satupun orang yang tau apa yang tengah ia pikirkan saat ini,ia hanya diam dan tertunduk ke arah lantai. Kemunculan Airi yang tiba tiba membuatnya menjadi seketika beku dan merasa terancam. Banyak hal yang Daniel pikirkan,termasuk perasaan Ibunda nya yang saat ini sudah mulai membaik. Daniel takut ketika ibunya sudah sangat pulih dan seketika langsung mendengar tentang tipu muslihat yang ia lakukan akan membuat Ibundanya kembali sakit,sungguh Daniel tidak menginginkan hal itu. Daniel terus menjambak rambutnya dan sesekali ia melirik ke arah Handphone miliknya yang berada di lantai dan juga sedari tadi terus bergetar. "Rifia,aku bingung" gumam Daniel seraya meremas ujung rambut. Ia t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN