Bab 44: Done

356 Kata

Aditya..." Nafisah menatap Aditya dengan tenang. Ia paham jika permasalahan ini tidak akan selesai dengan adu mulut ataupun dengan emosi. Sebisa mungkin ia menyelesaikan semua nya tanpa harus ada ketegangan di antara mereka. "... wanita lainnya. Dan istimewa nya Nafisah adalah bisa tetap tersenyum dan berbuat baik kepada seorang wanita yang notabennya telah memporak-porandakan rumah tangganya sendiri. dengan hati saat diucap." " Mungkin akan sangat lebih pengecut jika aku terus menahan kamu sedangkan aku juga tidak bisa melepaskan Andini. she is very important to me, dan aku mengakui itu. Mungkin kedengaran kurang ajar, tapi setelah mendengar ucapan kamu tadi, akhirnya aku sadar, kamu tidak sepenting Andini sampai harus aku pertahankan! Dan hari ini, Nafisah Khairunnisa... Aku tala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN