Pria itu diam terduduk dilantai, ia sama sekali belum mengucapkan satu kata pun. Ia masih syok karna kejadian ini, niatnya tadi hanya ingin membuat Via terkejut. Namun malah ia yang mendapat hadiah berupa tendangan di pipinya. "Kak, maaf sumpah gue gak sengaja." Setelah lama Via bungkam, akhirnya Via membuka suara. Via juga sama syok nya, karna ia benar-benar tak sengaja. Ia pikir tadi maling, maka dari itu ia langsung menendangnya secara refleks. Via kini duduk di hadapan kakaknya, ia meringis melihat pipi kakaknya yang memerah bahkan sudut bibirnya mengeluarkan darah. "Kak maaf, maaf banget. Sumpah gue gak tau kalau itu lo Kak." Masih belum ada jawaban dari pria yang ia panggil 'kakak' itu. Ia masih diam memegang pipinya yang berdenyut nyeri. "Kak maafin Via, Via sungkem nih sama ka

