Sepuluh Kebaikan untuk Adam

1917 Kata

Part 23 10 Kebaikan untuk Adam Gista terlihat tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Bagaimana bisa Adam yang dikenalnya berada di Kafe Adgaf? "Mas Adam?" Adam melihat sekitarnya lalu memilih menu yang berada di kafe itu. "White coffee satu." Gista yang merasa diabaikan tentu saja tidak begitu saja menyerah. "Sebentar ya, Mas." Untuk sementara waktu dia mengurus pesanan untuk Adam. Sambil menunggu pesanannya yang sedang dibuat, Gista pun kembali mengajak Adam berbicara. "Mas Adam, baru pertama kali ke sini ya?" Adam sebenarnya malas menjawab tapi daripada terus mendengar ocehan pacar Alfian itu, ia pun membalas. "Ini yang kedua," jawab Adam jujur. "Masa sih, Mas. Kok Gista enggak pernah lihat sebelumnya ya?" Gista berpikir sejenak. "Oh iya, aku ingat pernah ngelihat Mas d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN