Bab 18 Cinta dari Masa Lalu Tiga bulan kemudian. Pria itu berjalan dengan wajah ramah saat melewati jalanan di sekitar Malioboro. Dengan tangan memegang kamera digital hitam, sesekali ia pun mengabadikan potret-potret keramaian yang menurutnya menarik. Sambil terus berjalan, ia pun akhirnya berhenti ketika sampai di tempat janjiannya dengan seseorang. Gadis itu tersenyum lembut saat pria itu memandang ke arahnya. "Iham," panggilnya sambil melambaikan tangan. Iham balas melambaikan tangannya kemudian tersenyum tidak kalah lembut seperti Bintang. Ia pun mendekatinya hingga mereka hanya berjarak semeter. "Udah lama enggak ketemu, Ham," ujar Bintang sambil memamerkan senyuman lebarnya. Iham mengangguk setuju. "Kita sama-sama sibuk sih," balasnya. "Gimana kabar kamu selama ini?" "Aku b

