Aku kembali tertidur setelah Gara menenangkanku. Kali ini tidurku terasa lebih nyenyak dibanding sebelumnya. Walaupun belum ada pembicaraan mendalam bersama Tante Maika tentang kemarahanku tadi, tapi untuk saat ini aku merasa cukup. Aku masih terlalu lelah untuk berdebat lagi. Aku masih beberapa kali terbangun sambil mataku mengedar dan memastikan jika masih ada Gara yang berada di sisiku. Perasaan takut Gara akan pergi dan meninggalkanmu membuatku merasa cemas. "Apa kamu akan pergi?" tanyaku setiap kali aku terjaga. Gara kemudian akan menggeleng dan kembali memintaku untuk tidur. Aku menggenggam tangannya dengan erat, berharap dia nggak meninggalkanku seperti ketakutan yang aku rasakan. Di dalam mimpiku aku bertemu dengan Papa. Dia tersenyum sambil memelukku dan mengatakan betapa rindu

