45. Bertambah Buruk

1547 Kata

"Tante Mayang?" tanyaku ragu saat menatap dengan saksama wajah wanita di hadapanku ini. Nggak salah lagi ini pasti Tante Mayang, adik terkecil papa. Semenjak papa meninggalkanku, sejak saat itu juga seluruh keluarga dari pihak papa seperti menghilang. Nggak ada seorang pun yang datang menghiburku apalagi menenangkan seorang anak kecil yang kehilangan kedua orang tuanya dengan cara yang menyedihkan. Aku nggak mengerti kenapa semua orang meninggalkanku, hanya Tante Maika yang ada buatku. Bahkan keluarga dari pihak mama yang lainnya juga sering mengucilkan dan membicarakan hal buruk tentang orang tuaku. Mungkin itu juga alasan keluarga dari pihak papa mendadak menjauh. Aku hampir saja melupakan sosok wanita yang menjadi ibu mertua Hera ini kalau saja dia nggak menyebut nama papa. Mungkin s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN