46. Kenapa Meninggalkanku?

1559 Kata

"Mem...memburuk bagaimana?" tanyaku dan entah kenapa membuatku merasa kalut. "Entahlah, aku juga nggak tahu jelas karena tadi Amara terdengar begitu panik," sahutnya. Aku menahan napas sambil berusaha berpikir dengan jernih. Nggak ada gunanya juga aku cemas memikirkan keadaan papa. Bukankah sudah ada Amara yang berada di sisinya? Sesakit apa pun dia, pasti Amara yang lebih dipilihnya. Seperti halnya saat dia memilih meninggalkan mama dan aku. "Mas, nanti aku hubungi lagi ya. Acara resepsi ya sebentar lagi. Nanti kukabarin kalau sudah mau pulang," ujarku mengakhiri sambungan telepon. Gara seperti mengerti dengan kesibukanku, telepon pun terputus dan tinggallah aku yang gelisah entah karena apa. Padahal jam resepsi Hera masih lumayan lama, seharusnya aku masih bisa menerima telepon dari G

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN