60. Giliran

1521 Kata

Amara pulang kembali ke hotel dan mengatakan jika dia sedang menunggu kedatangan suaminya yang akan datang dari Jakarta. Dia sendiri datang dari Magelang dengan mengendarai mobilnya. Walaupun hubunganku dengan Aruna belum bisa dibilang baik, tapi aku sudah nggak lagi membencinya hanya karena menganggapnya telah merebut Papa. Justru mungkin kali ini dia yang merasa sedih karena Papa selalu menganggapnya sebagai diriku. Sedangkan mengenai hubungannya dengan Gara, aku nggak mau terlalu memikirkannya. Gara dan Amara hanya masa lalu, buka suatu hal yang harus aku khawatirkan. Amara lebih memilih hidup dengan lelaki yang dicintainya. Pilihannya itulah yang membuat aku akhirnya bisa bersama Gara. "Aruna...." Terdengar suara pelan Papa memanggil namaku. Aku segera menoleh dan melihat matanya bar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN