"Rasanya nggak percaya jika Amara berbicara seperti itu," ucap Gara saat sedang dalam perjalanan pulang ke Yogya. Aku sebenarnya merasa berat saat meninggalkan Papa tadi, tapi saat melihat wajahnya yang bersemangat dan tak terlihat sedih lagi, aku pun merasa ikut senang juga. Papa nggak keberatan menunggu kedatanganku lagi sementara aku pulang ke Yogya dan memenuhi panggilan pekerjaan dari klien dulu. "Aku lega ternyata dia bukan anak kandung Ayah," kataku kemudian. "Nggak ada bedanya jika dia anak kandung ayahmu atau bukan, karena tetap sama saja rasa sayangku kepadamu nggak akan berubah," kata Gara seperti sebuah gurauan dan membuatku tertawa kecil. "Kenapa kamu bisa bersikap santai saat bertemu Amara dan suaminya?" tanyaku penasaran. Aku nggak bisa membayangkan jika aku yang berada

