40. Kesempatan

1547 Kata

"Apa boleh kuangkat?" tanya Gara sambil menoleh ke arahku. Aku terdiam dan memikirkan kenapa selalu Gara yang dicari oleh Amara? Tidakkah dia ingin menghubungi keluarganya atau paling tidak suaminya sendiri. "Jangan," sahutku tegas. Kali ini aku nggak mau hal yang berhubungan dengan Amara membuatku merasa tidak nyaman. Alasan pertamanya, tentu saja aku cemburu karena Amara, mantan istri Gara masih saja terus menghubunginya padahal sudah tidak ada cerita apa-apa tentang mereka berdua. Kedua, mungkin saja Amara menghubungi Gara karena ingin memberitahu sesuatu mengenai papa. Apa pun yang terjadi pada papa, kali ini aku nggak mau tahu. Aku nggak mau membiarkan aku yang merasa sangat bersama karena kondisinya saat ini. Lebih baik aku nggak tahu apa pun. Bukankah masih ada Amara yang bisa m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN